Polda Metro Jaya telah mengungkap dua inisial terduga pelaku yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan bahwa kedua inisial yang diungkap adalah BHC dan MAK berdasarkan data Polri. Namun, penyelidikan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain, mengingat keterangan dari 15 orang saksi yang sudah dimintai keterangan. Polisi telah membuka layanan pengaduan hotline 110 dan nomor 081285599191 untuk memperoleh informasi dari masyarakat terkait kasus tersebut.
Selain itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kepolisian sedang bekerja secara intensif untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sedang melakukan analisis atas bukti-bukti scientific lainnya yang dapat mendukung proses pengungkapan kasus. Meskipun telah mendalami rekaman CCTV di tempat kejadian, Polri tidak akan berhenti hanya pada itu dan akan terus mencari sumber informasi serta bukti lainnya untuk mengungkap kasus tersebut.
Kapolri juga menekankan bahwa Polri akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat kasus ini terungkap secara jelas. Dengan dukungan dan kerjasama dari masyarakat, diharapkan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dapat segera terungkap dan pelakunya dapat ditangkap. Semua upaya sedang dilakukan untuk memastikan bahwa keadilan dapat tercapai dalam kasus tersebut.




