Kriminal Sepekan: Penculikan Anak dan Penipuan Rekrutmen Damkar

by

Sejumlah kasus kriminal di Jakarta dan sekitarnya menjadi perhatian dalam sepekan terakhir. Perkara tersebut mencakup penculikan dua anak di Kalideres, penyebaran SMS palsu melalui perangkat Fake BTS di jalur MRT Jakarta, dugaan mobilisasi pelajar untuk aksi rusuh, penipuan rekrutmen petugas pemadam kebakaran, hingga pengungkapan produksi etomidate senilai Rp120 miliar.

Penculikan anak dan penipuan rekrutmen

Kasus penculikan menimpa dua anak perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Peristiwa itu bermula pada Rabu (30/9) sore ketika kedua korban berangkat menuju rumah tantenya untuk mengikuti les. Saat itu, mereka pergi dengan mengendarai sepeda masing-masing.

Ibu korban, Juli (45), menyebut keberangkatan kedua anaknya terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Kronologi tersebut menjadi bagian dari penanganan polisi terhadap kasus hilangnya dua bocah perempuan itu di wilayah Kalideres.

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur menyelidiki dugaan penipuan dan penggelapan dalam proses rekrutmen petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta. Dalam perkara tersebut, korban disebut mengalami kerugian hingga Rp70 juta.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan laporan itu telah diterima dan masih ditangani penyidik. “Laporan tersebut sudah kami terima dan saat ini masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Jakarta Timur terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh terlapor kepada korbannya,” kata I Made Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

SMS palsu dan mobilisasi pelajar

Di Jakarta, polisi menangkap lima tersangka dalam kasus penyebaran SMS palsu menggunakan alat pemancar sinyal seluler buatan atau Fake BTS. Pesan tersebut disebarkan di sepanjang rute MRT Jakarta, mulai dari kawasan Bundaran HI hingga Blok M, Jakarta Selatan.

Kasubdit 4 Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang menerima SMS berisi tautan. Tautan itu mengarah ke situs web palsu ketika penerima berada di sekitar jalur MRT Jakarta.

Kasus lain ditangani Polres Metro Bekasi Kota. Kepolisian mengungkap dua akun Instagram yang diduga digunakan untuk memobilisasi pelajar dalam aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di wilayah tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya mengatakan kedua akun itu dikelola oleh tiga orang. Seluruh pengelola akun tersebut masih berstatus sebagai pelajar.

Produksi etomidate di kawasan PIK 2

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat membongkar produksi narkotika jenis etomidate di sebuah kawasan perumahan elite PIK 2, Tangerang. Nilai produksi narkotika yang diungkap polisi itu mencapai Rp120 miliar.

Dalam operasi tersebut, polisi menangkap seorang warga negara China berinisial CF. Petugas juga menyita 1.008 cartridge atau pod berisi etomidate yang disebut siap diedarkan, bahan baku, serta perisa.

Selain itu, polisi menemukan 12 ribu cartridge kosong yang diduga disiapkan untuk diisi. Etomidate tersebut dikemas menyerupai perangkat rokok elektrik.

Source link