Indonesia Mendapat Keuntungan dari Kenaikan Harga Minyak Dunia Akibat Perang Iran
Menurut mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Muhammad Said Didu, Indonesia diuntungkan setelah terjadi perang Iran Vs Israel dan Amerika Serikat (AS). Beliau menyatakan bahwa krisis ini sebenarnya memberikan berkah lebih besar bagi Indonesia, terutama karena harga minyak dunia yang naik.
Muhammad Said Didu mengungkapkan bahwa berdasarkan hitungannya, Indonesia memproduksi sekitar 540.000 barel minyak per hari. Jika harga minyak naik 50 USD, maka ada peningkatan pendapatan sekitar Rp390 miliar per hari. Beliau menegaskan bahwa keuntungan tersebut jauh lebih tinggi daripada subsidi yang dikeluarkan negara.
Selain minyak, Muhammad Said Didu juga menyebutkan bahwa harga batu bara naik sekitar 35 persen sejak terjadinya perang Iran. Hal ini juga berdampak pada pendapatan negara, dimana produksi batu bara telah dikurangi untuk mengoptimalkan keuntungan.
Berdasarkan analisisnya, mantan anggota DPR RI ini menyimpulkan bahwa pendapatan negara turut meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak dunia dan batu bara. Kemungkinan besar, pemerintah telah melakukan perhitungan terkait hal ini untuk memastikan keuntungan maksimal bagi negara.





