Penipuan Black Dollar: Polisi Ungkap Cairan Palsu as Detergen

by

Kasus penipuan dolar hitam atau black dollar oleh tiga pelaku asal Liberia terhadap korban dari Korea Selatan di Meruya, Jakarta Barat, terungkap bahwa cairan khusus yang digunakan adalah campuran air putih dan detergen. Para pelaku memperdaya korban dengan menjual cairan tersebut dengan harga ribuan dolar AS untuk membersihkan black dollar menjadi uang sungguhan. Korban, bernama Lee Byung Ok, mengalami kerugian besar hingga Rp1,6 miliar dalam kasus ini.

Kepolisian telah berhasil mengamankan dua tersangka asal Liberia dan satu masih buron. Modus operandi dari penipuan black dollar ini melibatkan kertas berwarna hitam, biru, atau putih yang dilapisi karbon dan diklaim sebagai uang asing sungguhan. Para pelaku mengaku bisa membersihkan uang tersebut dengan bahan kimia khusus, namun pada kenyataannya uang tersebut palsu atau hanya sebagian kecil dari uang asli. Lebih lanjut, upaya pengambilalihan kepercayaan korban dilakukan dengan menunjukkan sejumlah uang dolar kepada korban.

Penipuan tersebut semakin rumit dengan adegan pengambilan uang dari Bea Cukai dan cuci uang dengan cairan khusus yang dimainkan oleh para pelaku. Korban terperdaya untuk memberikan sejumlah uang kepada pelaku, namun saat mencuci black dollar yang diterima, hanya potongan kertas berbentuk uang yang muncul. Setelah korban melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian, dua tersangka berhasil diamankan dan satu pelaku masih dalam pencarian.

Pelaku-pelaku tersebut dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman pidana penjara hingga empat tahun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan uang asing. Berbagai kasus penipuan semacam ini masih sering terjadi, oleh karena itu, kehati-hatian dalam bertransaksi dan kewaspadaan terhadap modus penipuan adalah hal yang sangat diperlukan.

Source link