Selama menjelang Lebaran Idul Fitri 2026 atau 1447 Hijriah, Perwira Pos Pelayanan (PA Posyan) Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG), Iptu Iwa Hertiwa, menyampaikan bahwa tidak ada tindak kriminal yang dilaporkan oleh masyarakat. Keamanan di terminal tersebut tetap terjaga dengan baik selama arus mudik Lebaran. Petugas tetap siaga penuh setiap hari hingga 27 Maret dengan pembagian dua jadwal kerja, di mana 59 personel bertugas pada shift pagi dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, dan 49 personel pada shift malam dari pukul 20.00 sampai 08.00 WIB. Puluhan personel menyebar di titik strategis di area terminal untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk mengantisipasi potensi ancaman keamanan. Tim Penjinak Bom (Jibom) dan K9 disiapkan untuk melakukan pemeriksaan acak pada barang saat jam keberangkatan sibuk, jika ada indikasi ancaman. PA Posyan TTPG mengimbau masyarakat yang menjadi korban kejahatan agar melapor ke pos pelayanan di ruang tunggu keberangkatan. Demikian pula, jika ada kehilangan barang, petugas kepolisian akan membantu menindaklanjuti dengan petugas dinas perhubungan (dishub), yang merupakan pengelola operasional terminal.
Seiring berkurangnya calon penumpang di ruang tunggu keberangkatan Terminal Terpadu Pulo Gebang (TTPG) Jakarta Timur menjelang Lebaran, upaya keamanan tetap dilakukan dengan ketat. Berbagai langkah preventif telah diambil untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali selama arus mudik Lebaran. Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan selama perjalanan agar tetap terjamin keamanan dan kenyamanan di terminal ini.
Dengan kerjasama antara petugas, Mabes Polri, dan masyarakat pengguna terminal, diharapkan arus mudik Lebaran di TTPG berlangsung lancar dan aman. Hal ini menjadi bukti bahwa keamanan adalah prioritas utama selama periode arus mudik ini.





