Invasi Iran dan Kekhawatiran Stok BBM: Antrian di SPBU

by

Pemerintah Indonesia melalui Menteri ESDM RI menyatakan bahwa stok BBM nasional hanya cukup untuk 20 hari ke depan akibat dari konflik antara AS, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026. Meskipun demikian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ketahanan BBM di tingkat nasional masih dalam batas yang cukup, dengan persediaan yang mencukupi untuk 20 hari ke depan.

Namun, kekhawatiran mulai timbul di kalangan masyarakat. Di Aceh, terjadi peningkatan permintaan BBM yang signifikan. Warga memadati SPBU, Pertashop, dan toko eceran untuk menimbun bahan bakar dalam jeriken. Aksi panic buying ini terekam dalam video yang menunjukkan antrean panjang warga yang membeli BBM dalam jumlah besar, bukan hanya untuk keperluan kendaraan.

Meskipun demikian, Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, memastikan bahwa persediaan BBM di wilayah tersebut aman. Dia menyebutkan bahwa stok Pertamax mencapai 1,3 juta liter, Pertalite 4,3 juta liter, dan solar 2,3 juta liter. Kapal pengangkut BBM juga sudah siap untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri, dengan distribusi rutin ke wilayah Gayo setiap harinya. Mustafa menekankan agar masyarakat tidak terlibat dalam panic buying meskipun situasi yang serupa terlihat di daerah lain seperti Bener Meriah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa masalah persediaan BBM bisa meluas ke seluruh wilayah Indonesia.

Source link