Pemberontakan di Kalibata: Aktifkan Posko Jaga Jakarta!

by -62 Views

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk mengaktifkan Posko Jaga Jakarta di setiap wilayah setelah terjadinya pengeroyokan di Kalibata, Pancoran. Anwar menekankan pentingnya posko tersebut sebagai bukan hanya ornamen, tetapi sebagai tempat piket dengan laporan per jam yang harus disampaikan ke tingkat kota. Guna mengantisipasi kerusuhan dan kerugian, seluruh kecamatan dan kelurahan diminta untuk mengikuti Insekda Nomor 64 Tahun 2005 tentang Kesiapsiagaan Jaga Jakarta.

Selain itu, Anwar meminta agar tiga pilar dan warga yang terlibat dalam piket Posko Jaga Jakarta tidak hanya tinggal di posko, tetapi juga melakukan keliling untuk memastikan wilayahnya aman dan tertib. Hal ini juga dimaksudkan untuk melaporkan kondisi wilayah secara berkala. Seiring dengan upaya mengantisipasi berbagai potensi masalah, pengaktifan posko siaga juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan.

Pada tanggal 12 Desember 2025, Polri menetapkan enam anggota Polri sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan di Kalibata. Kasus tersebut dipicu oleh hutang sepeda motor yang belum dilunasi. Penagih hutang atau mata elang (matel) yang terlibat dalam insiden tersebut meninggal dunia karena dikeroyok. Selain pengeroyokan, sekelompok massa juga merusak dan membakar kios, warung, dan kendaraan bermotor sebagai pembalasan.

Dengan berbagai peristiwa tersebut, Anwar menegaskan pentingnya aktifitas Posko Jaga Jakarta untuk mengantisipasi permasalahan sosial dan keamanan di wilayah Jakarta Selatan. Semua jajaran pemerintah diminta untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kewaspadaan. Dengan demikian, diharapkan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat tercermin dalam pelaksanaan tugasnya, tanpa beban dan selalu efektif.

Source link