Polda Metro Jaya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi anak terkait ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa penyidik telah memeriksa 46 saksi anak, meskipun 10 orang tidak dapat hadir. Pemeriksaan dilakukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Jakarta di Jakarta Timur. Selain itu, data terbaru menyebutkan bahwa ada 20 korban yang masih dirawat di rumah sakit, dengan salah satunya dirujuk ke RSCM untuk perawatan lebih lanjut. Penyidikan kasus ini masih berlangsung, termasuk dalam hal forensik digital.
Menurut Budi, penting bagi pihak berwenang dan masyarakat untuk memberikan waktu dan ruang bagi penyidik agar dapat menyelesaikan penyidikan dengan baik. Sebelumnya, 20 korban ledakan masih dirawat di tiga rumah sakit di Jakarta. Mereka mengalami berbagai luka, mulai dari luka bakar hingga patah tulang tengkorak. Kabid Humas Polda Metro Jaya juga mengungkapkan bahwa ayah dari ABH (anak berkebutuhan khusus) yang diduga terlibat dalam ledakan SMAN 72, telah diperiksa oleh pihak berwenang. Dengan demikian, kasus ini terus diusut lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang terlibat.





