Bandeng Juwana Elrina di Semarang bukan hanya sekadar toko oleh-oleh biasa, melainkan juga merupakan contoh yang sukses dalam pemberdayaan UMKM melalui kolaborasi yang strategis dengan BRI. Berawal dari sebuah stand kecil di depan rumah pada tahun 1981, usaha ini kini telah menjadi tujuan utama bagi pemudik dan wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Semarang.
Cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina, Jason Nathaniel Kusmadi, menceritakan bahwa usaha ini awalnya didirikan untuk membiayai pendidikan anak-anak hingga ke luar negeri. Meskipun dimulai dari sebuah stand kecil yang menempel di rumah, kini toko ini telah berkembang pesat menjadi toko oleh-oleh resmi sejak tahun 1984 dengan produk utama berupa bandeng presto duri lunak. Namun, inovasi tetap menjadi kunci utama agar tetap kompetitif di pasar.
Tidak hanya menjual bandeng, Bandeng Juwana Elrina juga terus berinovasi dengan produk seperti wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia. Selain itu, toko ini juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM sekitar Semarang untuk menitipkan produk khas daerah seperti moci, jenang, keripik, dan abon. Dengan begitu, ketika orang datang ke Bandeng Juwana, mereka bisa mendapatkan berbagai jenis oleh-oleh khas Semarang di satu tempat.
Kolaborasi dengan BRI juga memberikan dukungan yang signifikan dalam pengembangan usaha Bandeng Juwana Elrina. BRI membantu dengan akses pembiayaan, pelatihan pengelolaan keuangan, serta bantuan dalam pengurusan izin usaha seperti PIRT dan sertifikat halal. Di area toko juga terdapat BRI Corner yang menjual produk kerajinan dan pernak-pernik unik yang tidak tersedia di toko utama, menunjukkan kolaborasi yang kuat antara Bandeng Juwana Elrina dan BRI.





