Program Populis Prof Marzuki Sebabkan APBN Defisit Rp54 Triliun

by

Menurut Profesor Marzuki dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, pada 31 Januari 2026, terjadi defisit APBN sebesar Rp54,6 triliun. Program-program populis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih diduga berkontribusi pada defisit tersebut. Alasan defisit ini diklaim oleh pemerintah karena penerimaan negara masih terbatas di awal tahun. Menurut Marzuki, defisit tersebut terkait dengan pembiayaan program-program prioritas yang dianggap strategis yang telah direncanakan sebelumnya. Kementerian Keuangan mencatat defisit sebesar 0,21% dari total APBN, yang menurut Marzuki terkait erat dengan program strategis pemerintah. Program MBG, misalnya, telah menggunakan anggaran sekitar Rp36 triliun pada bulan Februari, sekitar 10% dari total anggaran Rp335 triliun. Program-program prioritas seperti Kopdes Merah Putih juga membutuhkan anggaran besar, seperti anggaran untuk Koperasi Merah Putih yang mencapai sekitar Rp83 triliun dan program Bansos serta program lainnya yang membutuhkan anggaran sekitar Rp55 triliun. Menurut Marzuki, besarnya defisit APBN itu sebagian besar disebabkan oleh belanja pada program-program populis dan prioritas pemerintah yang bersifat strategis.

Source link