Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Perdagangan Orang Polda Metro Jaya mengajak masyarakat untuk mewaspadai modus adopsi ilegal. Pesan penting yang disampaikan adalah untuk tidak mudah percaya pada penawaran pengasuhan anak dengan imbalan uang yang tidak seimbang dengan nilai anak tersebut. Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Perdagangan Orang (PO), Kombes Polisi Rita Wulandari Wibowo juga menekankan pentingnya pencegahan dimulai dari keluarga. Kasus perdagangan anak yang terungkap melibatkan ibu kandung korban sendiri, menyadarkan kita akan ancaman yang mungkin datang dari lingkungan terdekat. Perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh semua pihak.
Rita juga mengingatkan orang tua untuk tidak menyerahkan anak tanpa prosedur hukum resmi dan tidak tergiur dengan imbalan finansial yang ditawarkan secara ilegal. Merawat komunikasi yang baik dengan anak sangat penting, agar anak dapat merasa nyaman bersuara ketika menjadi korban kekerasan. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap keluarga yang tiba-tiba hilang atau sekelompok orang tanpa dasar di suatu tempat, serta melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum. Sekolah juga diharapkan ikut mengedukasi siswa tentang indikator penculikan atau perdagangan orang yang mungkin terjadi di sekitar mereka.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa setiap jaringan perdagangan anak akan diusut dan diburu sampai tuntas. Mereka berkomitmen untuk melindungi masa depan anak-anak dengan mengungkap seluruh pelaku dan mata rantai jaringan perdagangan orang. Penegakan hukum dan perlindungan korban menjadi fokus utama dalam upaya menghadapi modus adopsi ilegal. Anak harus diajarkan untuk selalu berani bersuara dan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menjaga keamanan dan perlindungan anak-anak dari berbagai ancaman yang ada.




