Nilai tukar rupiah terus melemah dan mencapai Rp16.630 per dolar AS, menurut Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan. Menurutnya, Bank Indonesia (BI) sebagai lembaga independen bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas nilai tukar, diluar campur tangan pemerintah. Anthony juga mencatat tren pelemahan rupiah sejak kepemimpinan Gubernur BI, Perry Warjiyo. Selama Perry Warjiyo menjabat, nilai rupiah terus melemah dari Rp14.000 per dolar AS pada Mei 2018 menjadi lebih dari Rp16.500 saat ini. Anthony berpendapat bahwa BI terlihat tidak mampu menjaga nilai tukar agar tidak terus melemah. Berdasarkan tren tersebut, ia memperkirakan nilai tukar rupiah berpotensi melampaui Rp17.000 per dolar AS. Anthony juga mempertanyakan klaim bahwa fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi baik, yang seharusnya tidak membuat rupiah terus melemah jika klaim tersebut benar.
Nilai Tukar Rp16.630: Analisis Anthony Budiawan Terhadap Kebijakan BI





