CSR PIK2 Bantu APTUR Cuan dari Lele, Gurame hingga Kambing

by

Pengembangan usaha peternakan tidak cukup hanya dengan menyediakan hewan ternak. Kemampuan mengelola usaha menjadi bagian penting agar kegiatan tersebut dapat berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi kelompok yang menjalankannya.

Persoalan itu menjadi perhatian dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PIK2 yang mendampingi kelompok ternak APTUR. Pendampingan tersebut mencakup usaha yang bergerak pada komoditas lele, gurame, hingga kambing.

Pendampingan untuk Mengembangkan Usaha

Keberadaan berbagai jenis ternak menunjukkan bahwa pengelolaan kelompok tidak hanya berfokus pada satu komoditas. Lele dan gurame menjadi bagian dari usaha perikanan, sementara kambing melengkapi kegiatan peternakan yang dijalankan kelompok APTUR.

Dalam pengembangan usaha, ketersediaan hewan ternak merupakan salah satu unsur. Namun, kemampuan mengelola usaha tetap menjadi faktor yang tidak dapat dipisahkan. Pengelolaan diperlukan agar kegiatan peternakan tidak berhenti pada pemeliharaan, tetapi dapat berkembang sebagai usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui program CSR tersebut, PIK2 mendampingi kelompok ternak APTUR untuk naik kelas. Istilah tersebut merujuk pada upaya mendorong kelompok agar memiliki kapasitas usaha yang lebih baik, sesuai dengan potensi yang dimiliki dari komoditas lele, gurame, dan kambing.

Lele, Gurame, hingga Kambing

Keragaman komoditas menjadi bagian penting dari kegiatan kelompok APTUR. Lele dan gurame berada dalam sektor perikanan, sedangkan kambing termasuk usaha peternakan. Ketiganya disebut sebagai ladang cuan dalam program pendampingan CSR PIK2.

Pengembangan usaha berbasis beberapa komoditas juga membuat pendampingan tidak dapat hanya menitikberatkan pada ketersediaan ternak. Setiap kegiatan membutuhkan pengelolaan yang sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan. Karena itu, peningkatan kemampuan kelompok menjadi bagian dari proses agar usaha dapat naik kelas.

PIK2 menempatkan pendampingan kelompok APTUR sebagai bagian dari pelaksanaan program CSR. Fokusnya adalah membantu pengembangan usaha yang telah dijalankan kelompok, dengan memanfaatkan komoditas yang tersedia, yakni lele, gurame, dan kambing.

Pengelolaan Menjadi Kunci

Pesan utama dari pengembangan usaha tersebut adalah pentingnya kemampuan mengelola peternakan. Hewan ternak menjadi modal awal, tetapi keberlanjutan usaha ditentukan pula oleh cara kelompok mengelola kegiatan yang dimilikinya.

Pendampingan terhadap APTUR memperlihatkan bahwa pengembangan peternakan mencakup lebih dari sekadar penyediaan ternak. Program CSR PIK2 diarahkan untuk mendukung kelompok yang mengelola lele, gurame, dan kambing agar dapat mengembangkan usahanya serta naik kelas.

Source link