The Polar Bears Ubah Burnout Jadi Bahan Bakar di Single Baru

by

Rasa lelah setelah melewati tekanan hidup menjadi pijakan kreatif The Polar Bears dalam single terbaru mereka, “Racked”. Trio asal Malang itu merilis lagu tersebut pada September 2026 dengan membawa tema burnout—kondisi ketika tenaga fisik dan emosional terkuras, meski seseorang masih berusaha bertahan dan melanjutkan hidup.

Musik “Racked” dibangun dari perpaduan Midwest Emo, Math Rock, dan Alternative Rock. Bagi The Polar Bears, lagu ini tidak sekadar membicarakan kelelahan sebagai gagasan, tetapi berusaha menghadirkannya melalui karakter gitar, perubahan dinamika, serta permainan ritmis yang menjadi bagian dari identitas mereka.

Refleksi dari fase burnout

Reffyga Pratama Yudana, bassist, vokalis utama, sekaligus penulis lirik “Racked”, mengatakan lagu tersebut lahir dari pengalaman menghadapi fase burnout.

“Lagu ini lahir dari fase burnout. Sebuah refleksi bahwa bahkan di saat kita merasa mampu memenangkan pertarungan hidup, rasa lelah yang harus ditanggung tetap terasa sangat menguras energi dan batin,” kata Reffyga, Sabtu (26/9/2026).

Lirik dan suasana musikal “Racked” menggambarkan pergulatan seseorang yang berada dalam tekanan. Ada dorongan untuk tetap bergerak dan melewati persoalan, tetapi perjuangan itu juga meninggalkan beban yang tidak selalu tampak dari luar.

Karena itu, The Polar Bears berharap single ini dapat menjadi ruang katarsis bagi pendengar yang sedang mengalami situasi serupa. Mereka ingin menyampaikan bahwa kelelahan tidak otomatis berarti seseorang harus berhenti.

“Lagu ini membawa pesan sederhana, yakni rasa lelah tidak selalu berarti seseorang harus berhenti,” ujar Reffyga.

Gerbang menuju EP baru

Proses pengerjaan “Racked” berlangsung sepanjang 2024 hingga 2025. Produksi lagu tersebut berjalan bersamaan dengan persiapan EP terbaru The Polar Bears, yang ditargetkan rilis pada penghujung 2026 atau 2027.

Aransemen lagu dikerjakan bersama oleh Reffyga, Yudhistiro Lilo Pambudi, dan Marcellino Gibrany Santoso. Bagi band yang terbentuk pada akhir 2022 itu, “Racked” menjadi pembuka menuju fase musikal berikutnya.

“Ini menjadi pembuka dari kami bagi semua pendengar,” kata Reffyga.

Saat ini, The Polar Bears beranggotakan Yudhistiro Lilo Pambudi pada gitar dan vokal, Reffyga Pratama Yudana pada bass dan vokal, serta Marcellino Gibrany Santoso pada drum dan vokal. Ketiganya memadukan gitar bernuansa twinkly math rock, eksplorasi ritmis, dan vokal emosional. Musik mereka mendapat pengaruh dari Tiny Moving Parts, Covet, CHON, Free Throw, dan American Football.

Sejak 2023, The Polar Bears telah merilis sejumlah single sebelum meluncurkan album debut “Threadbare” pada September 2025. Album berisi 10 lagu itu mengangkat cerita personal tentang keseharian, patah hati, pergulatan hidup, dan proses pendewasaan.

Setahun setelah album debut tersebut, “Racked” hadir sebagai karya yang menyoroti upaya untuk terus berjalan ketika energi mulai menipis. Single ini kini tersedia di berbagai digital streaming platform (DSP).

Source link