Polisi Bongkar Skema Bayaran Massa Kerusuhan 27 Agustus

by

Polda Metro Jaya Ungkap Klaster Pendanaan dan Penggerakan Massa dalam Kerusuhan 27 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Temukan Skema Pembayaran Massa

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap tiga klaster pendanaan dan penggerakan massa dalam penyidikan kerusuhan Jakarta pada 27 Agustus 2026. Dalam proses penyidikan tersebut, polisi menemukan skema pembayaran kepada orang-orang yang terlibat, dengan nominal Rp40 ribu hingga Rp70 ribu per orang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengungkapkan bahwa hasil penyidikan menemukan fakta hukum terkait dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pendanaan dan penggerakan massa. Iman menjelaskan bahwa terdapat dua klaster utama yang berhasil diidentifikasi oleh pihak kepolisian.

Klaster Pertama: Skema Pendanaan dari Koordinator Lapangan

Pada klaster pertama, polisi menemukan bahwa tersangka kerusuhan mendapatkan pendanaan dari seorang koordinator lapangan yang menggunakan inisial JT dengan pembayaran sebesar Rp40 ribu per orang. Koordinator ini diduga menerima perintah dari seorang inisial PKL, yang selanjutnya terhubung dengan sejumlah pihak lainnya dalam rantai tersebut.

Klaster Kedua: Pendanaan melalui Koordinator Lapangan Mahasiswa

Di klaster kedua, penyidik berhasil menemukan dugaan pendanaan melalui seorang koordinator lapangan bernama ER, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Skema pendanaan ini mencapai Rp70 ribu per kepala, dan ER diduga menerima perintah dari sebuah badan hukum yang masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.

Klaster ketiga terkait dengan tiga tersangka berinisial B, N, dan P yang diduga terlibat dalam eksploitasi anak. Ketiganya diduga melakukan penggerakan dan pembayaran kepada anak-anak untuk terlibat dalam kerusuhan. Saat ini, ketiga tersangka tersebut telah ditetapkan dalam proses hukum.

Iman menegaskan bahwa penanganan kasus kerusuhan ini tidak terkait dengan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum atau unjuk rasa. Polda Metro Jaya terus melakukan pendalaman dalam mengidentifikasi para aktor utama yang terlibat dalam skema pendanaan dan penggerakan massa tersebut.

Source link