Saudara Terlupakan: Kisah Yang Dihapus dari Sejarah

by

Episode 7: Saudara yang Dihapus dari Sejarah

Rahsa Saputra membuka mata di dalam ruangan yang gelap, tampa jendela. Cahaya putih dari lampu operasi jatuh tepat ke wajahnya, memperlihatkan bekas tusukan di sepanjang leher. Kabel-kabel neural menjulur dari belakang kepalanya menuju mesin berbentuk silinder.

Luna Vortan dan Rahsa

Luna Vortan berdiri di hadapannya sambil memegang kotak pelindung Al-Bashirah. Di balik perempuan itu, enam teknisi mengawasi Rahsa dari balik dinding kaca. Rahsa adalah alasan seluruh percobaan dilakukan. “Selamat datang kembali, Rahsa Saputra,” kata Luna. Pemuda itu memandang kedua tangannya. “Berapa lama?” tanya Rahsa. Luna menjawab, “Dua puluh tiga tahun sejak malam laboratorium terbakar.” Rahsa menoleh perlahan. “Tubuh saya tidak berusia tiga puluh lima tahun.”

Ingatan Rahsa

Ingatannya datang dalam kilatan yang tidak berurutan. Dua suara keluar bersamaan. “Dua puluh tiga tahun kehidupan,” kata Luna. Rahsa menatap grafik pada layar. “Tergantung apa yang kamu sebut manusia.” Lingkaran merah pada mata Rahsa berhenti berputar.

“Hubungkan saya dengan Raka,” pinta Rahsa. Luna tersenyum tipis. “Sebelum dua saudara bertemu, kamu harus mengetahui siapa yang memisahkan kalian.”

Rahsa memandang Al-Bashirah. “Kebenaran yang kamu cari berada di dalam arsip ini. Raka telah membuka Protokol Garuda. Kamu memiliki Viranox. Jika dua sistem itu dipertemukan, tidak ada lagi bagian sejarah yang dapat disembunyikan dari kalian.”

Konfrontasi Rahsa dan Raka

Raka datang tanpa kendaraan Forum. Dia berjalan sendiri melewati lorong observatorium hingga tiba di ruang utama. Rahsa berdiri dan Al-Bashirah melayang di tengah ruangan, dikelilingi lingkaran cahaya merah dan emas.

Wajah Rahsa memang hampir sama, tapi kehidupan telah menulis dua sejarah berbeda pada keduanya. Raka berdiri tegak dengan tatapan seseorang yang dibesarkan untuk memikul tanggung jawab. Rahsa terlihat lebih kurus, bahunya sedikit membungkuk.

Rahsa memegang kepalanya. Cahaya merah merambat di lehernya. Seluruh mesin observatorium menyala, meskipun kabel listriknya telah terputus selama bertahun-tahun. Al-Bashirah membuka diri lebih lebar. Ribuan dokumen tetap berada di dalam Al-Bashirah. Rahsa terhuyung.

Al-Bashirah terbuka sepenuhnya. Lingkaran biru muncul pada mata Raka. Lingkaran merah pada mata Rahsa berhenti berputar. Garis emas keluar dari Al-Bashirah, membungkus kedua tubuh, lalu menghubungkan pola neural mereka. Rahsa tidak dapat bergerak.

Viranox tertawa di antara pikiran mereka. Di ruang baru yang terbentuk di antara keduanya. Protokol Garuda menyampaikan konsekuensinya.

Raka mencoba memutuskan sambungan. “Jangan aktifkan,” Rahsa berkata, “Saya sudah dihapus sekali, Kak.” Cahaya merah dan biru bergerak semakin dekat.

Lingkaran merah di mata Rahsa berhenti berputar. Raka menatap Rahsa. Air mata mengalir dari matanya. “Sekarang kita tahu kenapa mereka memisahkan kita,” kata Rahsa. Kemudian, masa lalu yang terhapus mulai muncul.

Source link