BRI Jazz Gunung Bromo 2026: Panggung Musik yang Mempesona di Amfiteater Jiwa Jawa Resort
Acara BRI Jazz Gunung Bromo hari kedua berhasil menarik perhatian pengunjung dengan konser yang digelar di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo. Berlokasi dengan latar belakang Pegunungan Bromo yang spektakuler, konser ini mempersembahkan beragam musisi dari dalam negeri hingga mancanegara.
Atmosfer Hangat di “Before Sunset”
Konser dibuka dengan “Before Sunset” yang penuh kesyahduan meski kabut tebal menyelimuti area tersebut. Penampilan para musisi berhasil menciptakan atmosfer yang hangat dan tenang. Littlefingers membuka rangkaian acara dengan suasana intim, diikuti oleh kolaborasi Kevin Yosua Big 6 dengan Nesia Ardi yang membawakan berbagai lagu hits Ismail Marzuki.
Nesia Ardi menyampaikan kekagumannya pada Ismail Marzuki dengan aransemen yang berbeda dari karya-karya sang maestro musik Indonesia. Penampilan Ali dengan irama middle eastern-nya berhasil menghipnotis penonton, menghadirkan sorak sorai yang menggema sepanjang malam.
Kemeriahan Malam dengan Penampilan Internasional dan Lokal
Saat malam tiba, kolaborasi antara Simone Prattico Java Collective dengan Sri Hanuraga dan Kevin Yosua, musisi asal Italia, memberikan pengalaman musikal yang memukau. Watchdog, dari Prancis, turut menyemarakkan acara dengan aransemen musik yang hangat.
Puncak acara ditutup dengan penampilan spektakuler dari Indra Lesmana, Teza Sumendra, KY, dan Eva Celia. Penonton terpesona dengan penampilan energik mereka di tengah udara dingin pegunungan Bromo. Berbagai lagu hits seperti “Dirimu Kasih” dan “Nostalgia” sukses memompa semangat pengunjung.
Dengan deretan penampilan yang memukau, BRI Jazz Gunung Bromo 2026 sekali lagi menegaskan reputasinya sebagai festival musik lintas genre dan generasi. Acara ini berhasil memperkuat Bromo sebagai destinasi wisata musik dan budaya yang mendunia, menarik pengunjung dari berbagai kalangan baik lokal maupun internasional.
