Sengketa plagiat kembali menghantui industri musik, kali ini melibatkan salah satu boyband paling populer di dunia, BTS. Lagu “SWIM” dari album kelima mereka, ARIRANG, mendapat tuduhan plagiarisme dari tiga penulis lagu asal Amerika Serikat, yakni Steve Cooper, John Sandler, dan Greylyn Johnson.
Tudingan dan Gugatan
Mereka mengklaim bahwa “SWIM” memiliki kemiripan yang signifikan dengan karya mereka yang belum pernah dirilis. Pada Maret 2025, mereka mengirimkan demo lagu mereka kepada beberapa kontak di industri musik, termasuk eksekutif di Artist Publishing Group. Para penggugat menuduh bahwa label tersebut mendengarkan demo tersebut dan membagikannya ke beberapa penulis lagu “SWIM”, termasuk Ryan Tedder.
Bantahan dan Rekam Jejak Lagu
Di tengah tuduhan plagiat ini, BigHit Music selaku perusahaan di balik BTS membantah klaim tersebut. Mereka menyatakan bahwa “SWIM” adalah karya independen untuk artis mereka. Lagu ini sukses menjadi singel utama dari album ARIRANG, debut di posisi #1 Billboard Hot 100, dan menduduki puncak Billboard Global 200 selama beberapa minggu. Tak hanya itu, “SWIM” juga memecahkan rekor sebagai lagu dengan 500 juta stream tercepat di Spotify pada tahun 2026.
Sertifikasi Silver dari BPI
Selain meraih kesuksesan di tangga lagu Amerika, “SWIM” juga mendapat penghargaan di Inggris dengan meraih sertifikasi Silver dari The British Phonographic Industry (BPI). Ini menjadi prestasi luar biasa bagi BTS, menandai lagu ke-13 dari BIGHIT MUSIC yang sukses di pasar musik Britania Raya.
Dengan sertifikasi silver yang diberikan setelah penjualan mencapai 200 ribu unit, “SWIM” membuktikan daya tariknya tidak hanya di Amerika tetapi juga di pasar internasional. Meskipun dihadapkan pada tuduhan plagiat, BTS terus membuktikan eksistensinya sebagai salah satu boyband paling berpengaruh dan terdepan dalam industri musik global saat ini.


