Polisi Dalami Dugaan Kelalaian di Balik Insiden Tragis Bocah Tewas Terjebak di Lubang Proyek Tebet
Jakarta – Insiden tragis di mana seorang bocah berusia 4 tahun dengan inisial I tewas setelah terjebak di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, sedang dalam penyelidikan yang intensif oleh pihak kepolisian. Saat ini, polisi tengah memeriksa saksi-saksi, mengumpulkan keterangan dan barang bukti, serta memastikan apakah ada kelalaian dalam peristiwa tersebut menurut hukum yang berlaku.
Penyelidikan dan Evakuasi Korban
Kapolsek Tebet, AKP Ischak, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden yang terjadi pada Sabtu, 27 Juni pukul 23.40 WIB. Korban diduga jatuh ke dalam lubang saat sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi proyek.
Lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 3,5-4 meter, dan proses evakuasi korban menjadi tantangan karena kondisi lubang yang sempit. Meskipun evakuasi awal dilakukan secara manual dengan melibatkan personel berbadan kecil, namun akhirnya diperlukan bantuan Damkar, Puskesmas, RSUD Tebet, serta alat berat untuk mengevakuasi korban.
Setelah upaya evakuasi yang intensif, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.55 WIB dan langsung dilarikan ke RSCM untuk penanganan medis. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Kelangsungan Penyelidikan
Meski telah berhasil dievakuasi, penyebab pasti kematian korban masih belum dapat dipastikan oleh pihak kepolisian, dengan alasan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan tim medis. Sementara itu, keluarga korban tetap menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Insiden tragis ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian, sebagai langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Eksplorasi lebih lanjut terkait kasus ini masih terus dilakukan untuk mengungkap kejelasan peristiwa yang mengguncang warga sekitar.




