Rupiah Tertembus Rp18.000 dan IHSG Terpuruk, Ekonom Muda UNS Minta Presiden Prabowo Evaluasi Menkeu Purbaya
Tekanan yang terjadi secara bersamaan pada nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan ekonom. Pasalnya, rupiah kembali terpuruk dan bahkan mencapai angka Rp18.000 per dolar AS, sedangkan IHSG juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Rupiah Melemah dan IHSG Turun
Rupiah yang tembus angka Rp18.000 per dolar AS telah menjadi perhatian utama dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk melemahnya ekonomi global akibat pandemi COVID-19 serta faktor internal di Indonesia. Sementara itu, penurunan IHSG juga menjadi sorotan karena menunjukkan ketidakstabilan pasar modal dalam negeri.
Menanggapi hal ini, sejumlah pihak telah memberikan berbagai pandangan dan rekomendasi untuk mengatasi kondisi tersebut. Salah satunya adalah dari seorang ekonom muda dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, yang menyoroti peran Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam mengelola situasi ekonomi saat ini.
Permintaan Evaluasi kepada Presiden Prabowo
Mengutip pernyataan dari sumber, ekonom muda tersebut meminta Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurutnya, langkah-langkah kebijakan ekonomi yang diambil Sri Mulyani belakangan ini dinilai kurang efektif dalam mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi, terutama terkait dengan nilai tukar rupiah dan kinerja IHSG.
Hal ini juga mengundang tanggapan dan diskusi dari berbagai kalangan terkait dengan arah kebijakan ekonomi yang seharusnya diambil oleh pemerintah dalam menghadapi kondisi sulit seperti saat ini. Diharapkan dengan adanya evaluasi dan perubahan strategi yang tepat, kondisi ekonomi Indonesia dapat kembali pulih dan meningkat.
