Pochettino Umumkan Skuad AS Piala Dunia 2026: Pemain Sempat Diliputi Cemas

by

Momen Haru Saat Pengumuman Skuad Piala Dunia 2026

JAKARTA – Momen pengumuman skuad Piala Dunia 2026 tidak selalu identik dengan kegembiraan semata. Bagi sejumlah pemain Tim Nasional Amerika Serikat, momen itu justru dipenuhi dengan kecemasan yang mengharukan, terutama bagi bek senior Tim Ream.

Pemain berusia 38 tahun itu mengaku sedang dalam perjalanan meninggalkan pusat latihan sambil membawa sekotak boneka bobblehead untuk anak-anaknya ketika ponselnya tiba-tiba ramai dengan pesan notifikasi dari rekan satu tim.

“WhatsApp saya tiba-tiba ramai,” ungkap Ream mengenang momen itu.

Pesan Khusus dari Pelatih Mauricio Pochettino

Pesan dalam grup pemain tim nasional Amerika Serikat berasal dari manajer administrasi tim, Sam Zapata, yang membagikan video khusus kepada para pemain yang terpilih masuk skuad Piala Dunia 2026. Dalam video tersebut, pelatih Mauricio Pochettino menyampaikan kabar langsung kepada para pemain terpilih.

“Jika kalian menonton video ini, berarti kalian masuk ke skuad. Saya sangat senang menyampaikan bahwa kalian akan tampil di Piala Dunia 2026,” ujar Pochettino dalam video tersebut.

Momen emosional tersebut juga dirasakan oleh Ream, yang terhenti sejenak saat menerima kabar tersebut. Dia berpotensi menjadi pemain tertua Amerika Serikat yang bermain di Piala Dunia jika tampil dalam turnamen nanti.

Perkenalan Skuad yang Berbeda

Amerika Serikat memilih cara berbeda dalam memperkenalkan skuadnya. Para pemain diperkenalkan secara khusus dalam acara di atap Pier 17, kawasan South Street Seaport, New York, dengan latar belakang Jembatan Brooklyn. Setiap pemain dipanggil berdasarkan nomor punggung yang telah ditetapkan oleh manajer perlengkapan tim.

Sorotan juga tertuju pada Christian Pulisic, bintang utama Amerika Serikat yang merupakan motor permainan tim. Pulisic menegaskan bahwa tekanan yang dirasakan oleh skuad mencerminkan ambisi besar mereka untuk sukses di Piala Dunia 2026.

Sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat memiliki tuntutan lebih untuk menunjukkan bahwa mereka layak menjadi pesaing serius di panggung dunia, bukan hanya sebagai penyelenggara. Di bawah asuhan Mauricio Pochettino, skuad Amerika Serikat siap menghadapi tekanan dan mengejar prestasi gemilang.

Source link