Supergirl Versi Terbaru: Penuh Trauma dan Berbeda dengan Superman
Milly Alcock, pemeran Supergirl dalam film terbaru berjudul Supergirl: Women of Tomorrow karya sutradara James Gunn, membeberkan karakter yang ia bawakan dalam film tersebut. Dalam wawancaranya dengan media asing, Milly menjelaskan bahwa Supergirl yang ia perankan bukanlah seperti Superman yang merupakan sosok pahlawan super kuat dan sempurna.
Karakter Supergirl yang diperankan Milly Alcock dalam film tersebut memiliki latar belakang yang penuh trauma akibat kehancuran planet Krypton. Hal ini berbeda dengan Superman, di mana Kara Zor-El (Supergirl) menyaksikan langsung kehancuran planet tersebut, sedangkan Kal-El hanya mendengar ceritanya. Hal ini membuat Kara terbebani secara emosional dan psikologis, menjadikannya lemah dan cenderung melakukan hal-hal di luar kendalinya.
Supergirl: Penyintas Trauma dengan Kekurangan yang Tetap Tangguh
Milly Alcock menyatakan bahwa sejak membaca naskah film garapan James Gunn, ia bisa memahami perjalanan jiwa Kara Zor-El alias Supergirl dengan baik. Ia mencatat bahwa karakter Supergirl dalam film ini dibuat kontras yang kuat dengan Superman, sebagai karakter yang merupakan penyintas trauma dalam bentuk murni. Meskipun penuh dengan kekurangan, Kara tetap menunjukkan ketangguhan dan kekuatannya.
Sutradara Craig Gillespie menekankan bahwa film Supergirl: Women of Tomorrow akan memberikan nuansa yang lebih gelap daripada cerita Superman. Dengan perjalanan cerita yang dimulai dari adegan gelap, film ini akan menampilkan karakter Supergirl yang lebih emosional, berantakan, dan tidak ingin sembuh dari traumanya karena peristiwa kehancuran Krypton.
Profil Singkat Supergirl
Asal mula karakter Supergirl bermula sebagai “Super-Girl” di Superman #123 pada Agustus 1958, sebelum secara resmi debut dengan nama “Supergirl” (Kara Zor-El) pada Action Comics #252 di bulan Mei 1959. Diciptakan oleh Otto Binder dan digambar oleh Al Plastino, Supergirl merupakan putri dari Zor-El, saudara kandung Jor-El (ayah Superman).
Kara Zor-El lahir dan tumbuh sebagai remaja di Krypton sebelum planet itu hancur, menjadikannya karakter yang lebih tua secara biologis daripada Superman. Sebagai alien dari Krypton, Supergirl memiliki kekuatan dasar yang hampir identik dengan Superman, seperti kekuatan super, kecepatan, daya tahan, dan kemampuan luar biasa lainnya.
Dengan kekuatan yang bersumber dari energi matahari kuning bumi, Supergirl memiliki kemampuan unik seperti penglihatan sinar-X, teleskopik, mikroskopik, mendengar jarak jauh, heat vision, embusan napas pembeku, dan lain sebagainya. Perbedaannya dengan Superman adalah trauma yang dia alami akibat kehancuran Krypton, yang membuat karakter Supergirl lebih gelap dan emosional dalam film terbaru ini.





