Penamaan yang unik dan kreatif seringkali menjadi daya tarik tersendiri dalam sebuah bisnis. Hal tersebut juga terbukti dari sindiran yang dilontarkan oleh Konsultan Bisnis Yuswo Hady terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, KDMP seharusnya disebut sebagai Koperasi Boneka, mengingat pengurus dan pelaksanaannya sepenuhnya dikendalikan.
Kritik Terhadap KDMP
Yuswo Hady menyoroti kendala yang dialami oleh KDMP terkait dengan pengelolaannya. Ia menilai bahwa seharusnya koperasi tersebut memberikan keleluasaan kepada anggota untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Namun, nyatanya pengurus dan pelaksana KDMP, menurutnya, justru lebih banyak dikendalikan oleh pihak lain tanpa memberikan ruang yang cukup bagi partisipasi anggota.
Perlunya Transparansi dan Partisipasi
Transparansi dan partisipasi yang terbatas dalam struktur pengelolaan koperasi dapat menyebabkan ketidakpuasan di kalangan anggota. Hal ini juga dapat berdampak pada keberlangsungan usaha dan keuntungan yang dihasilkan. Oleh karena itu, penting bagi pengurus KDMP untuk memperhatikan masukan dari berbagai pihak dan memberikan ruang yang cukup bagi partisipasi anggota agar koperasi dapat berkembang secara optimal.





