Mudik Lebaran selalu menjadi momen emosional untuk pulang ke kampung halaman dan bersatu kembali dengan keluarga. Selain bertemu dengan orang-orang tercinta, wisata kuliner khas daerah juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Ayam Panggang Bu Setu menjadi salah satu kuliner favorit yang selalu dinanti oleh para perantau. Dengan aroma asap kayu bakar yang khas, hidangan ini telah menjadi ikon lezat yang terus melekat di hati setiap generasi.
Di balik aroma asap tersebut, terdapat kisah perjalanan panjang dari sebuah usaha keluarga yang telah berdiri selama lebih dari tiga dekade. Ayam Panggang Bu Setu telah berhasil mempertahankan cita rasa tradisionalnya yang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung, terutama saat musim mudik tiba. Subiyanto, generasi kedua yang kini mengelola Ayam Panggang Bu Setu, menceritakan bahwa usaha ini dimulai oleh kedua orang tuanya pada tahun 1990-an. Dari berjualan keliling, Ayam Panggang Bu Setu kini berkembang menjadi usaha rumahan yang dikenal luas berkat promosi dari mulut ke mulut yang terus terjaga hingga sekarang.
Menurut Subiyanto, keunikan Ayam Panggang Bu Setu terletak pada konsistensi dalam mempertahankan proses memasak tradisional. Menggunakan bahan bakar kayu keras seperti mahoni atau jati, mereka masih setia dalam memasak dengan cara tradisional meskipun zaman telah berkembang ke arah yang lebih modern. Hal ini membuat kematangan ayam tetap sempurna dan cita rasa khas dari Ayam Panggang Bu Setu yang terjaga hingga saat ini.
