Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Ekonomi Indonesia: JK & Para Ekonom Mendesak Anggaran Produktif

by

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, bersama sejumlah ekonom terkemuka, menggelar pertemuan penting untuk membahas bagaimana Indonesia harus merespons situasi global yang dinamis tersebut. Para ekonom dari berbagai institusi seperti Universitas Paramadina, Universitas Indonesia, Bright Institute, dan Centre for Strategic and International Studies, dalam pertemuan di Jakarta, menyampaikan pandangan mereka terkait tantangan ekonomi yang akan dihadapi Indonesia. Mereka menyoroti bagaimana konflik ini bisa mempersempit ruang fiskal Indonesia melalui kenaikan harga energi dan perlambatan ekonomi.

Dalam konteks ini, ekonom dari LPEM FEB UI, Vid Adrison, menegaskan bahwa ruang fiskal Indonesia semakin terbatas dan pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi dampak konflik tersebut. Salah satu solusi yang diusulkan adalah melakukan realokasi anggaran ke sektor yang lebih produktif. Vid menyarankan untuk mempertimbangkan kembali program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menghabiskan sekitar 8 persen dari APBN. Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), hanya 15 persen masyarakat yang benar-benar khawatir tidak memiliki cukup makanan. Oleh karena itu, pemerintah dapat menghemat anggaran dengan menyasar program ini kepada kelompok masyarakat yang membutuhkannya secara nyata.

Source link