Presiden Prabowo Subianto menyatakan kemarahannya terkait penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 8 persen dalam dua hari berturut-turut pada 28-29 Januari 2026. Hal ini dipicu oleh perubahan metodologi penilaian free float saham di Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang langsung berdampak pada pasar. Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, mengungkapkan kekesalan Presiden dalam sebuah pertemuan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Februari 2026. Pasca penurunan IHSG, beberapa pejabat terkemuka seperti Direktur Utama BEI Iman Rachman dan sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara, Inarno Djajadi, dan Aditya Jayaantara, mengundurkan diri. Kepemimpinan yang terpimpin oleh pemimpin puncak di pasar modal Indonesia mengalami kekosongan yang signifikan akibat peristiwa ini.
Prabowo Murka IHSG Anjlok: Investasi Saham vs Judi





