Pembahasan mengenai Swasembada energi di masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto menarik perhatian banyak orang. Diskusi mengenai Swasembada energi dihadiri oleh Pakar Energi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Muhammad Bachtiar Nappu, Pakar Ekonomi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Syamsuri Rahim, dan Direktur Lembaga Studi Kebijakan Publik, M. Kafrawy Saenong. Mereka bertiga hadir untuk membahas persoalan Swasembada energi ini lebih lanjut. Prof Muhammad Bachtiar Nappu membahas mengenai tantangan yang dihadapi terkait dengan konsumsi BBM yang melebihi produk domestik dan perlunya diversifikasi sebagai kunci dalam mencapai swasembada. Prof Syamsuri Rahim mengungkapkan bahwa kebijakan swasembada energi dapat membantu dalam mandiri secara ekonomi, dengan menyebut program strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) sebagai langkah untuk peningkatan kapasitas kilang Pertamina. Ini menunjukkan bahwa pentingnya progres dalam mencapai swasembada energi dan meningkatkan kemandirian ekonomi negara.
Swasembada Energi: Masalah di Masa Depan dan Pentingnya Produksi Lokal





