Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah melakukan kunjungan edukatif ke Mbah Bedug Yai Bisu, suatu situs budaya di Desa Sembayat, Kecamatan Mayar, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN yang membantu memperkenalkan dan melestarikan kearifan lokal kepada masyarakat setempat.
Nama “Yai Bisu” diyakini memiliki makna filosofis, dimana “Yai” merujuk pada sosok yang dihormati atau disakralkan, sementara “Bisu” menandakan ketenangan, keheningan, dan pengendalian diri. Bedug Yai Bisu memiliki nilai spiritual dan historis yang tinggi bagi masyarakat setempat, yang berbeda dengan bedug pada umumnya yang digunakan sebagai penanda waktu ibadah.
Melalui observasi langsung di lokasi Bedug Yai Bisu dan diskusi tentang sejarah serta peran situs ini dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Sembayat, mahasiswa KKN UTM ingin menambah wawasan dan pemahaman mengenai nilai budaya dan sejarah yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Bedug Yai Bisu diakui sebagai simbol budaya lokal yang memegang nilai historis serta filosofis yang penting untuk disosialisasikan kepada generasi muda.
Kunjungan mahasiswa KKN juga bertujuan sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih memahami kondisi sosial dan budaya secara langsung. Bedug Yai Bisu merupakan warisan budaya penting di Desa Sembayat yang dipercaya masyarakat sebagai sarana untuk berbagai ikhtiar, termasuk pengobatan dan kesehatan.
Kehadiran mahasiswa KKN dinilai penting oleh perangkat desa dan masyarakat setempat sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat dalam upaya pelestarian budaya lokal. Melalui kunjungan ini, diharapkan akan mendorong kesadaran bersama akan pentingnya menjaga serta merawat warisan budaya desa. Mahasiswa KKN 16 UTM berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya Desa Sembayat dan menanamkan nilai kepedulian terhadap warisan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.





