Bupati Pemalang Anom Wiidiyantoro meninjau pemanfaatan lahan terbatas untuk kebun sayuran di Rutan Pemalang. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang mendapat apresiasi dari Bupati Pemalang Anom Widiantoro setelah dinilai mampu menampilkan wajah pembinaan pemasyarakatan yang tertata, bersih, dan produktif. Penilaian itu disampaikan Anom saat melakukan kunjungan kerja ke Rutan Pemalang. Dalam kunjungan tersebut, bupati melihat langsung berbagai program pembinaan yang dijalankan terhadap warga binaan, mulai dari kegiatan keterampilan hingga pengelolaan ruang dan lingkungan rutan.
Anom menyatakan bahwa kondisi rutan yang sangat baik, rapi, dan bersih, dengan ruang yang dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang dapat membina warga binaan agar lebih produktif. Mini galeri karya warga binaan menjadi perhatian Anom, menampilkan beragam produk kerajinan dan hasil kreativitas yang dihasilkan melalui program pembinaan kemandirian. Selain itu, area perkebunan dan kolam ikan yang dikelola langsung oleh warga binaan juga menjadi fokus Anom sebagai bagian dari pembinaan berbasis produktivitas.
Menurut Anom, pendekatan seperti ini menjadikan rutan bukan hanya sebagai tempat hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembentukan sikap, etos kerja, dan kemandirian. Kepala Rutan Pemalang Nur Febrianto menyatakan bahwa berbagai program yang dijalankan bertujuan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial. Kunjungan bupati ditutup dengan peninjauan ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Rutan Pemalang, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik yang transparan dan mudah diakses.





