Film terbaru dari sutradara Celine Song, “Materialists”, telah resmi tayang di Netflix setelah sukses di bioskop pada Desember 2025. Dalam karya barunya ini, Song menghadirkan kisah yang mempertanyakan relasi romantis di tengah kota modern dengan sudut pandang kritis, menggabungkan cinta, status sosial, dan nilai diri perempuan dalam konteks kapitalisme urban.
Dalam “Materialists”, kita diperkenalkan pada tokoh Lucy, seorang mak comblang profesional yang terbiasa meramu cinta berdasarkan data dan kalkulasi, bukan perasaan. Namun, ketika Lucy harus menghadapi keputusan yang personal tentang cinta dalam hidupnya, ia terjebak dalam dilema antara Harry, seorang pria mapan dan stabil, dan John, mantan kekasihnya yang hidup dalam ketidakpastian.
Film ini mengeksplorasi pertarungan antara cinta yang aman secara material dan cinta yang tulus secara emosional melalui segitiga emosional antara Lucy, Harry, dan John. Dengan dialog reflektif dan konflik batin yang disampaikan melalui bahasa tubuh, “Materialists” menawarkan sudut pandang sinis dan konfrontatif terhadap ilusi romantisme dalam sebuah lingkungan yang dingin dan kompetitif seperti New York.
Dari perspektif feminis, film ini mengkritik standar ganda yang diletakkan pada perempuan dalam hal memilih pasangan dan nilai diri. “Materialists” membawa penonton untuk mempertanyakan ulang arti cinta dan kebebasan memilih dalam era modern di mana perasaan, logika, dan struktur sosial berbenturan.
Dengan penampilan meyakinkan dari para pemain utamanya seperti Dakota Johnson, Pedro Pascal, dan Chris Evans, serta penyutradaraan khas Celine Song yang kuat, “Materialists” bukanlah romansa tradisional dengan akhir bahagia yang sederhana. Film ini mengajak penonton untuk merenung tentang cinta, nilai diri, dan kebebasan memilih dengan cara yang menantang dan memprovokasi.





