Teater Bengkel Muda Surabaya (BMS) memiliki tempat istimewa dalam hati para penikmat seni di kota ini. Salah satunya adalah pertunjukan Skolah Skandal dalam rangka peringatan HUT ke-53 BMS Movement bertema “Surabaya Ayo Bicara” yang berlangsung selama dua hari pada 10-11 Desember 2025. Meskipun Surabaya diguyur hujan sejak siang hingga malam, antusiasme penonton tetap tinggi. Sekitar 250 penonton hadir dengan setia menunggu pertunjukan dimulai dengan penuh khidmat.
Skolah Skandal, naskah karya Akhudiat, dipentaskan kembali setelah lama tidak disentuh. Kekhawatiran akan sulitnya mencari generasi penerus dalam dunia teater diungkapkan oleh Ketua Program BMS, Ndindy Indiyati. Sutradara Heroe Budiarto memilih lakon ini karena relevansinya dengan zaman modern. Pertunjukan diolah dengan gaya ringan, kostum modern yang warna-warni, gerak tari, dan lagu-lagu satire untuk menyampaikan kritik dengan cara yang menarik.
Kerjasama antara pemain senior dan pendatang baru dalam pertunjukan ini menggambarkan tradisi BMS yang selalu mengedepankan pendidikan teater lintas generasi. Meskipun masih ada kekurangan, pembelajaran terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi. Optimisme untuk masa depan juga diungkapkan oleh anggota senior BMS, Jill Kalaran, dengan komitmen untuk terus memproduksi teater setiap tahun.
BMS merupakan salah satu sanggar teater tua di Surabaya yang memiliki akar kuat dalam kebudayaan kota. Merupakan mercusuar bagi seniman kota, BMS selalu membawa gebrakan pemikiran dan perenungan setiap kali mempersembahkan pertunjukan. Pertanyaannya sekarang adalah apa yang akan mereka sajikan di tahun-tahun mendatang. Keberadaan BMS merupakan gerakan yang merangsang pembicaraan di kota ini, bukan sekadar pertunjukan biasa.





