Dosen UMI Makassar, Syarifuddin Nojeng memberikan respons positif terhadap rencana untuk mempercepat elektrifikasi di desa. Ia menilai langkah pemerintah melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang mengalokasikan anggaran Rp4,3 triliun untuk mempercepat elektrifikasi di desa 3T sebagai langkah yang bijak. Program listrik desa dianggapnya kunci untuk meningkatkan rasio elektrifikasi menuju 100 persen dan membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat terpencil. Syarifuddin juga mengungkapkan bahwa mencapai target 100 persen rasio elektrifikasi membutuhkan dana yang besar.
Keputusan Kementerian ESDM untuk menjangkau wilayah terpencil dianggapnya sebagai langkah realistis meski diakui memiliki tantangan tersendiri. Beberapa daerah membutuhkan sistem pembangkit listrik hybrid agar listrik dapat tersedia 24 jam sehari karena infrastruktur PLN yang berasal dari PLTU belum mencapai daerah pelosok. Diperlukan kombinasi antara Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA) dengan PLT Surya atau diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah tersebut. Semua ini disampaikan dalam diskusi bertema “Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Sudut Pandang Energi” di Makassar, Sulawesi Selatan pada tanggal 17 November 2025.





