Manfaat Telur Pitan: Sejarah dan Proses Pembuatan Telur Asin

by -61 Views

Telur pitan, atau yang dikenal sebagai telur seribu tahun, adalah telur yang disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, bahkan berbulan-bulan. Telur ini berasal dari China dan sengaja diawetkan sebagai cadangan makanan untuk situasi paceklik atau bencana. Sejarah telur pitan mencatat keberadaannya sudah sejak Dinasti Ming sekitar 500-600 tahun yang lalu, namun popularitasnya mulai menonjol sejak tahun 1640.

Proses pembuatan telur pitan melibatkan telur ayam, bebek, atau puyuh yang dibungkus dengan campuran pasta dari tanah liat, abu kayu, garam laut, kapur, dan sekam padi. Telur kemudian akan disimpan dalam gentong atau keranjang selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan, mengalami perubahan kimiawi yang mengakibatkan perubahan warna dan tekstur.

Telur pitan memiliki manfaat untuk kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi hati, dan mengandung vitamin D serta seleniun sebagai antioksidan. Proses pengawetan telur pitan dengan baluran tanah liat dan garam mirip dengan pembuatan telur asin, yang disimpan minimal dua minggu hingga 3-4 minggu untuk mencapai tingkat keasinan yang diinginkan.

Di Indonesia, pembuatan telur asin juga dipengaruhi oleh perantau dari China yang mengajarkan cara pengawetan telur. Hal ini kemudian menjadi tradisi dalam upacara ritual keagamaan di Nusantara. Telur asin kini menjadi lauk yang istimewa dan populer di masyarakat Indonesia.

Source link