Berita kriminal di kanal Metro ANTARA pada Selasa (23/9) tetap menarik perhatian pembaca hari ini. Salah satu berita yang menonjol adalah polisi sedang memburu informan terkait kasus rekening “dormant” di kantor cabang bank dan penangkapan seorang WNA Pakistan yang membawa 22 kg sabu oleh Polda Metro Jaya.
Sinta Nuriyah, istri dari Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bersama dengan beberapa tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengajukan permohonan kepada Kepala Polri untuk membebaskan para aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya. Beberapa tokoh GNB yang turut serta dalam permohonan tersebut antara lain mantan Menteri Agama Lukman Hakim, Komaruddin Hidayat, Gomar Gultom, dan Erry Riyana Hardjapamekas.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya sedang memburu informan dengan inisial S terkait rekening “dormant” di bank di Jakarta Pusat, di mana MIP, kepala cabang yang menjadi korban pembunuhan, bekerja. Sebaliknya, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang WNA Pakistan dengan inisial HU yang membawa 22 kg sabu di Jakarta Utara.
Selain itu, kepolisian telah mengamankan seorang wanita dengan inisial TS yang membuang bayi perempuannya di saluran air di Jakarta Selatan. Hal ini merupakan kasus yang masih dalam penyelidikan untuk mengetahui motif di balik tindakan tersebut. Motif lain yang berhasil diungkap oleh polisi adalah terkait kasus pembakaran rumah kontrakan dan kematian seorang wanita oleh suaminya di Jakarta Timur.
Berita kriminal ini memberikan gambaran tentang situasi terbaru di kota Jakarta. Semua informasi yang disajikan disini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada pembaca mengenai perkembangan kasus-kasus kriminal yang sedang ditangani oleh pihak berwenang.





