Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA) saat ini sedang mendapat kritikan tajam dari Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. Berbagai masalah yang dihadapi oleh Garuda Indonesia membuat Mufti Anam mengeluarkan kritik dan bahkan menyarankan agar perusahaan tersebut dibubarkan. Ia menyoroti bahwa Garuda Indonesia dianggap tidak pernah memberikan keuntungan bagi negara, meskipun telah mendapat suntikan dana segar sebesar Rp6,6 triliun dari Danantara. Menurut Mufti Anam, 50% penguasaan pasar domestik oleh Garuda terlihat mustahil, mengingat saat ini perusahaan tersebut baru memiliki 11% penguasaan pasar domestik, di atas swasta sebesar 60%. Dalam rapat dengar pendapat bersama Garuda Indonesia, Mufti Anam juga menuntut road map yang jelas terkait penguasaan pasar di tahun 2026. Garuda Indonesia sendiri masih terus membukukan kerugian sepanjang kuartal I-2025, dengan mencatat kerugian bersih sebesar US$76,49 juta atau sekitar Rp1,25 triliun, meskipun lebih kecil dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$87,04 juta.
Garuda Indonesia Merugi, Komisi VI DPR RI Sarankan Pembubaran





