Pemerhati ekonomi dan alumni HMI, Zuli Hendriyanto Syahrin, mengungkapkan pandangannya terkait narasi “Ketahanan Pangan” di Indonesia. Menurutnya, istilah ini sebenarnya hanya ilusi stabilitas yang membuat negara kita terlalu bergantung pada impor pangan. Lebih penting lagi adalah konsep “Kedaulatan Pangan”, di mana Indonesia harus mampu memproduksi pangan secara mandiri dari hulu ke hilir. Hal ini tidak hanya tentang kemandirian, tetapi juga tentang martabat dan kemampuan bangsa kita untuk tidak tergantung pada impor dan intervensi pasar global. Data menunjukkan bahwa ketergantungan Indonesia pada impor terus meningkat dari tahun ke tahun, contohnya impor gandum dan beras yang terus meningkat meskipun produksi dalam negeri mencukupi. Impor komoditas lain seperti kedelai dan jagung juga merugikan petani dalam negeri. Hal ini tidak hanya menyimpang dari amanat UUD 1945 untuk menjadi Negara Berdaulat, tetapi juga berpotensi melanggar beberapa undang-undang yang mengatur harga dan ketersediaan pangan agar merata. Oleh karena itu, penting untuk segera merebut dan menjalankan kedaulatan pangan sekarang juga, bukan hanya sekedar ketahanan pangan.
Strategi Rebut dan Eksekusi Kedaulatan Pangan: Saatnya Sekarang!
