Tour de Banyuwangi Ijen telah menjadi salah satu acara yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat. Dari warung bakso hingga rumah penduduk, keseruan balapan sepeda ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Bahkan, pemilik warung seperti Abdullah di Desa Sraten sampai memutar siaran langsung TdBI dari Youtube Kabupaten Banyuwangi untuk para pengunjungnya.
Tidak hanya di warung, masyarakat Banyuwangi juga menikmati acara ini dengan cara yang beragam. Ada yang menunggu di pinggir lintasan sejak pagi, ada yang menyaksikan lewat layar ponsel, atau bahkan ada yang datang langsung ke lokasi rute pembalap. Bagi mereka, TdBI bukan hanya sekadar tontonan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan tahunan yang memberikan semangat dan kebanggaan.
Para pembalap disambut dengan penuh semangat oleh warga Banyuwangi yang tidak ragu untuk memberikan dukungan. Ir. KH. Ahmad Wahyudi bahkan menyebut bahwa TdBI memiliki dampak non-material yang besar, membangkitkan semangat gotong royong dan kebanggaan sebagai tuan rumah event internasional. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, juga menegaskan bahwa TdBI bukan hanya sebuah acara balapan biasa, tapi telah menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Dengan memasuki tahun ke-10 penyelenggaraan, Tour de Banyuwangi Ijen telah melekat kuat dalam jati diri masyarakat Banyuwangi. Para pembalap bukan hanya bersaing di lintasan, tapi juga merasakan dukungan dan kebanggaan dari masyarakat setempat. Hal ini membuktikan bahwa TdBI telah menjadi sebuah peristiwa budaya yang mendalam bagi masyarakat Banyuwangi.





