Ajang Bentrok! Perkenalan Wisata se-Jatim di Sumenep Berakhir Memalukan

by -124 Views
Ajang Bentrok! Perkenalan Wisata se-Jatim di Sumenep Berakhir Memalukan
Peristiwa
Memalukan! Event Perkenalan Wisata se Jatim di Sumenep Jadi Ajang Bentrok

Suasana bentrok di acara Dewi Cemara Sumenep. Foto: Tangkapan layar video warga.

SUMENEP, Suaraindonesia.co.id– Festival Dewi Cemara, yang merupakan kegiatan perkenalan wisata se Jawa Timur di Kabupaten Sumenep, berakhir menjadi ajang bentrok, Jumat (03/10/2023) malam.

Diketahui supporter dari dua grup musik tong-tong kebanggaan Sumenep, yakni Angin Ribut dan Gong Mania, sempat melakukan aksi lempar benda keras, yang kemudian memicu ketegangan.

Salah seorang pengunjung Rusdi mengaku, sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Menurutnya, aksi sarkastik dari kedua supporter grup musik tong-tong itu, sangat memalukan Kabupaten Sumenep, yang saat itu menjadi tuan rumah pada sebuah event berskala nasional.

“Harusnya ini menjadi sebuah kebanggaan, karena Sumenep menjadi tuan rumah. Tapi malah aksi massa, sangat mencoreng nama baik Sumenep,” ungkapnya.

Akan tetapi dirinya mengaku, tidak mengetahui secara pasti, faktor yang menyebabkan dua pihak tersebut akhirnya emosi dan berseteru.

Rusdi menduga, ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang telah memprovokasi para supporter, sehingga terjadi kericuhan di acara tersebut.

Dia juga sangat menyesali, sikap panitia yang terkesan acuh pada kejadian itu. Pasalnya, dirinya mengatakan, selama kericuhan berlangsung sama sekali tidak melihat pihak panitia turun tangan.

“Bingung, panitianya kemana. Harusnya, dalam situasi seperti ini, mereka tetap di lokasi acara, bukan malah menghilang,” ujarnya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui media telepon, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata Sumenep Mohammad Iksan tidak memberikan keterangan apapun, hanya menjawab singkat, bahwa dirinya sedang menjalani rapat.

“Maaf mas, sedang rapat,” tutupnya singkat.

ยป Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Imam Hairon